Lihatlah air mata ini. Air mata yang terlalu deras mengalir. Terlalu mudah tercucurkan. Terlalu mampu menggambarkan seluruh tampungan perasaan ini. Terlalu lama menunggu untuk dihentikan.
Lihatlah hati ini. Hati yang terlalu tulus mengasihi. Terlalu mudah untuk memaafkan. Terlalu sakit untuk bisa dirasakan. Hati yang sudah tenggelam di lautan, sudah lama menikmati pemandangan cinta bawah laut, namun badai yang begitu besar menghampiri dan rapuhlah tiada bentuk.
Lihatlah cinta ini. Cinta yang terlalu setia menunggu. Terlalu banyak melontarkan harapan tak kunjung habis. Harapan yang hanya terisi pengharapan kasihmu. Harapan yang hanya terisi suatu kemustahilan.
Lihatlah aku. Aku yang terlalu sabar menghadapi. Terlalu sanggup untuk mengobati dan menyimpan rapat luka ini. Terlalu kuat untuk menahan lonjakan air mata ini. Terlalu pintar akan menutupi hati ini dengan senyuman lebar
...dan terlalu bodoh akan cinta dan pengharapan kasihmu.