Ngilu rasanya hati ini. Air mata yang tadi mengalir di lekukan wajah ini sudah mengering.
Sama keringnya dengan tubuh ini... Terasa lemas tak bertulang
Dimanakah aku harus bersandar di saat semua bantal yang empuk dan nyaman itu sedang digunakan? Mungkin tembok yang dingin itu masih bersedia memberi tempat untuk bersandar
Kapankah aku lepas dari semua tuntutan ini? Dimana ia hanya ingin menuntut tapi tak ingin dituntut
Dimana ia juga tak ingin mengerti, namun selalu ingin dimengerti...
Apakah benar bahwa umur hanya sebuah angka?
Yang membuatku tak habis pikir sampai kapan aku harus terus mengalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar