Bisakah kini ku bernapas setelah sekian lamanya ku disesakkan?
Ia menyiksaku seakan ku lah seekor burung yang baru saja dilepas, namun dimasukkan kembali di kandang yang busuk dan sesak itu
Sungguh aku lelah. Dimanakah sesungguhnya keadilan di saat semua orang mencarinya?
Dimanakah pelangi yang dikatakannya ada setelah hujan lebat usai?
Aku terus menunggu pelangi itu... Ingin merasakan keindahannya. Terus menunggu sambil bermain hujan. Menyenangkan, namun hembusan angin kencang itu menyakitkan tulang.
Bisakah kemustahilan itu ditiadakan? Aku mau kita bebas dan menikmati pelangi itu bersama. Bisakah?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar