kisah... yang dulunya berbentuk hati namun sekarang berbentuk segitiga
kisah... yang dibatasi oleh sebuah tembok penuh dengan darah kita berdua
semuanya berbeda... membentuk kesempurnaan...
namun bisakah aku mengharapkan sebuah persamaan?
satu saja... tak pernah lebih...
dimana dengan persamaan itulah, kisah kita akan menjadi nyata...
dengan persamaan itu tembok diantara kita akan runtuh...
dan dengan persamaan itu juga... pelukanmu...... ciumanmu...... menjadi suatu hal yang berarti dalam hidupku...
hanya satu... dan tak akan pernah lebih...
...sebuah persamaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar